Bagi saya, buku yang baik memiliki premis yang baik. Di sisi ini, buku “The 21st Century and Where It All Went Wrong” kaya Andrew Mueller tampaknya memiliki premis ’sederhana’: “Bagian mana yang salah di dunia ini?”

Ok, cara saya menuliskannya mungkin memunculkan pikiran kalau buku ini buku filsafat. Sayangnya (atau malah untungnya?) ini bukan buku filsafat. Buku ini adalah catatan jurnalis rock yang pergi ke tempat-tempat konflik di dunia, untuk mencari tahu jawaban atas pertanyaan yang saya ajukan di atas. Yah, walau dengan cara pengucapan yang sedikit berbeda:

“Why don’t these bloody people just knock their nonsense off?” Mueller felt compelled to ask. “Why don’t they, you know, get with the program?” To answer that question, he decided to visit the most troubled places on the planet.

Saya belum baca bukunya sih, tapi mbaca pernyataan barusan saya jadi ngidam beli buku ini. Yang terbayang di kepala saya, dia bakal nulis a la Hunter S. Thompson. Ngga ada salahnya kan, sekali-sekali mikirin dunia lewat kacamata yang lebih cerah… atau, lebih kurang ajar (^_^)v

P.S: Ada yang tau toko buku bagus ngga, di Bandung? Repot rasanya kalu kudu ke Jakarta tiap ngidam… Padahal siklus ngidamnya bisa mingguan.

Leave a Reply