The Blair Witch Project – 4bia
November 22, 2008
Suatu siang di asrama POMA lantai 3
Saya : Eh dik, siang-siang gini lo mo ngebokep!? gila loe…
Dika : Ngebokep apaan!? Ini Blair Witch gila, film horor inih
Indra (nimbrung) : Wah parah loe dik
Daniel : Eh, bokep? mana dik?
Dika : BLAIR WITCH!!!!
Indra : Oh…
Danie: Oh..
Saya : Oh… Blair Witch sekarang ada bokepnya ya?
Dika : Udah, nonton aja sana… ribut loe pada
Eh, ternyata memang bukan film bokep. Dan, sebelum kalian berpikir yang tidak-tidak… SAYA TIDAK MENDUKUNG DAN MEMPRAKTIKAN PERBOKEPAN!!! Apalagi, sudah ada UU Pornografi. Tidak lucu juga kalau saya sampai owa’ owa’ di belakang terali. Lebih tidak lucu lgi kalau itu karena tulisan saya di blog ini dianggap ‘mengesankan ketelanjangan’.
Bagaimanapun juga, film The Blair Witch Project (yang ternyata bukan bokep ini) ternyata bagus. Film ini memenuhi amanat yang disematkan dalam film thriller, untuk nge-thrill (terjemahan bebas untuk: to thrill…) Selama nonton, kami, para pria dengan waktu luang yang terlalu banyak, duduk berdekatan tanpa sadar karena merasa tegang. Sambil sesekali bertukar pikiran…
Eh, ini tulisan tentang The Blair Witch Project lho… bukan Brokeback Mountain. Hapus pikiran itu dari kepala kalian!
Jadi, di sela-sela teriakan Dika-yang-tidak-takut-pada-setan-tapi-takut-pada-film-horor, cerita di film mengalami perkembangan hingga kami benar-benar hilang dalam batas antara fiksi dan realita. Ini film beneran? Itu akting atau dokumenter sih? Anj*r, kok petanya dibuang!? Dik, mana bokepnya? (ini pertanyan Daniel, yang tampaknya masih merasa kalau ini film bokep… )
Ini bukan film filososfis yang banyak mikirnya. Ini bukan film blood and gore a la saw yang membuat kita males makan sate sesudahnya. Ini bukan film bokep. Ini film thriller psikologis yang dahsyat!! Membuat kami yang menontonnya merasa tegang saat cerita berjalan, dan penasaran saat cerita berakhir.
Kesimpulan: sangat disarankan untuk mereka yang sedang mengerjakan skripsi, dan merasa dendam pada dosen pembimbing :p
Karena masih penasaran, dan memang benar-benar tidak ada kerjaan (selain, itu, SKRIPSI), film kedua menyusul. Judulnya 4bia, kata dika, kata temennya yang punya temen yang udah nonton, filmnya keren. Ya sudah, percaya saja pada temennya temen si dika, kita tonton 4bia. Film ini ternyata gabungan dari empat film profuksi Thailand…. temanya horror supernatural semua…
Film 1. Tentang setan handphone yang cuma ada dua pemain.
Dika : eh, aktrisnya kiyut euy.
Indra : aktris mana !? ini film Thailand oi. Liat tuh lehernya, ada jakunnya kan!
Daniel: masa sih? cakep gitu cowo?
Saya : eh iya ndra, diliat-liat mirip cowo tuh…
Dan, obrolan berlanjuta tentang seksualitas si ‘aktris’. Filmnya sendiri… garing! Cuma dika aja yang teriak-teriak ga jelas… ga tau takut sama yang mana… setan atau cowo-transeksual-yang-bener-bener-kiyut-sampai-kita-pikir-dia-emang-cewe-namun-tiba-tiba-teringat kalau-ini-film-Thailand.
Film 2. film tentang cowo item keriting jelek (bukan, bukan saya…) yang di-bully dan balas dendam
Film ini sangat, garing, sekali. Bayangin, dika aja diem. No comment deh.
Film 3: tentang empat cowok yang kemping di sebuah gunung, dan ya… kita masih nonton 4bia. Bukan Brokeback Mountain. Sekali lagi, hapus pikiran itu dari kepala kalian!
Filmnya… lumayanlah. We can relate to the story. Secara kita sama-sama cowok yang ngga ada kerjaan. Ceritanya tentang cowok yang mati tenggelam dan ngga sadar kalau mereka udah mati. Bagian terbaik dari film ini, komentar-komentar ngga penting dari pemain-pemainnya… Ko saya jadi ingat sekelompok cowok kurang kerjaan yang mirip di asrama mana gitu..
Film 4: Setan Arab yang mau balas dendam sama orang Thailand yang ngerebut suami Arabnya.
Indra : Bego. Cowok mana yang mau selingkuh sama orang Thailand? Iya, kalau sama cewek… kalau ngga?
Saya: Yah ndra, lo liat istrinya deh… pas idup aja lebih serem dari pas mati…
Dika : HUWAA!!! HiYAAAAAAA!! WUIHIIIIII!!! (sambil melonjak-lonjak abis liat setan di layar)
Tapi filmnya garing sih…




April 26, 2009 at 6:56 am
lucu ..
udh smpet nonton 4bia, keren qo !
tp blair witch project blum ..
April 27, 2009 at 5:50 pm
Yah, tulisan ini memang harus dikaji ulang. Pasalnya beberapa kali kami nonton film horor yang katanya seram, macam Shutter dll, kok malah tidak seram ya…
terlalu banyak komentar ceria tampaknya