Alasan Dua: Anne Frank

March 19, 2009

Banner oranye di atas adalah tanda kalo saya lagi ikut lomba kompetisi blog. Kalo kamu punya blog dan mau ikut, klik aja gambar atau link yang saya kasih. Dengan ijin Allah, kamu akan diarahkan ke situs yang punya lomba. Mulailah berdoa mas, mbak…

Lombanya memungkinkan saya nulis tiga artikel, dan saya baru nulis satu. Berhubung dasarnya saya memang senang nulis, saya senang-senang saja ada kesempatan untuk nambahin artikel. Dan, inilah bagian kedua dari trilogi alasan.

Alasan Dua: Anne Frank

It’s a wonder I haven’t abandoned all my ideals, they seem so absurd and impractical. Yet I cling to them because I still believe, in spite of everything, that people are truly good at heart. – Anne Frank-

Anne Frank adalah gadis yang tidak pernah menjadi dewasa. Dia meninggal pada umur 15 tahun, di dalam kamp konsentrasi Bergen Belsen milik Nazi Jerman. Sebelum meninggal ia sempat menuangkan pengalaman hariannya dalam sebuah buku, yang kemudian diterbitkan dengan judul The Diary of a Young Girl (dalam bahasa diterjemahkan oleh Jalasutra menjadi Buku Harian Anne Frank). Dan dia adalah orang Jerman paling berpengaruh dalam hidup saya.

Anne Frank memang orang Jerman, tapi Belanda memainkan peran sentral dalam hidupnya. Seperti akan ditunjukkan oleh artikel ini, Belanda adalah negara tujuan pertama bagi orang-orang seperti saya. Orang-orang yang mengagumi Anne Frank.

Annelies “Anne” Marie Frank lahir pada 12 JuniĀ  1929 di Frankfurt, Jerman, dari ayah Otto dan ibu Edith. Sebuah keluarga kecil yang bahagia. Tapi, nasib menjadikan keluarga ini mengalami yang tidak terbayangkan hanya karena mereka Yahudi. Empat tahun setelah Anne lahir, Hitler berkuasa penuh di Jerman. Dan, pembersihan tanah Arya dari orang Yahudi pun dimulai.

Pada musim panas tahun 1933, keluarga Frank pergi ke Belanda untuk menghindari penangkapan Yahudi di Jerman. Tampaknya, Belanda saat itu menjadi tempat pelarian banyak orang Yahudi. Pada masa itu ada anggapan umum bahwa Belanda adalah negara yang sangat menerima perbedaan kultural, hingga dalam film Zwartboek sempat dikatakan bahwa hanya Amsterdam yang benar-benar menerima Yahudi.

Sedikit intermezo, pada masa ini Belanda tetap menjadi negara tujuan imigran. Namun, perbedaan kultural tetap menjadi hambatan asimilasi antara para imigran (yang kebanyakan berasal dari Afrika) dengan orang Belanda asli. Pada 2006 di Rotterdam sempat terjadi kontroversi mengenai pembangunan Masjid Agung. Pim Fortuyn, seorang politisi populis, berjanji kepada konstituennya untuk menghentikan pembangunan masjid tersebut. Untung saja niat itu berhasil digagalkan oleh para imigran melalui proses pemilihan demokratis. Ternyata, di Belanda, sistem politik tidak bersifat xenophobic. (Coba bandingkan dengan Perancis yang sempat mengalami kerusuhan)

Kembali ke Anne Frank, ternyata Belanda pun tidak menjanjikan perlindungan. Pada 10 Mei 1940, Jerman menginvasi negara itu. Memaksa keluarga Frank untuk bersembunyi di ruang rahasia di atas kantor Otto Frank. Kejadian ini mengambil tempat pada 5 Juli 1942. Pada masa persembunyian inilah Anne Frank menjadi sosok yang menginspirasi banyak orang melalui tulisan-tulisannya dalam buku harian.

Bagi saya, yang istimewa dari sosok Anne Frank adalah usaha kerasnya untuk membuat semua hal tetap waras. Dalam tulisan di buku hariannya, kita bisa melihat bahwa dia masih memandang hidup keseharian di ruang rahasia sebagai ‘hidup’. Bahwa kehidupan itu tidak terlalu berbeda dari kenyamanan yang dulu mereka tinggalkan. Bahwa hidup ini layak dijalani. Walaupun mereka hidup di bawah tekanan kalau sewaktu-waktu Nazi bisa menemukan ruang persembunyian mereka, yang sayangnya terjadi pada 4 Agustus 1944.

Anne Frank juga tetap menyimpan kekanak-kanakannya dalam tiap catatan harian. Dan itu membuat saya bersyukur. Karena tanpa perasaan itu, buku harian Anne Frank akan menjadi terlalu gelap untuk dibaca. Dan karena perasaa itu pula, saya pikir, kalimat yang saya kutip di awal menjadi istimewa. Kalimat itu belum tentu dapat lahir dari mulut orang dewasa jika mengalami cobaan yang serupa. Kalaupun keluar, bisa jadi itu hanya pemanis bibir supaya terlihat bijaksana. Padahal, mereka mengutuk dunia kalau tidak ada yang sedang melihat.

Setelah membaca buku harian Anne Frank, saya bisa yakin kalau itu adalah kalimat yang jujur. Anne Frank masih percaya kalau manusia benar-benar baik di hatinya. Mungkin, dia bahkan percaya kalau suatu saat dunia ini akan damai. Tempat di mana tidak ada bangsa yang harus khawatir harus hidup di bawah kebencian bangsa lainnya. Hal yang sangat ingin saya percayai.

Anne Frank meninggal karena tipus di kamp konsentrasi Bergen Belsen pada Maret 1945. Beberapa hari sesudah kematiannya, kamp itu dibebaskan oleh tentara Inggris.

Hingga hari ini, Anne Frank tetap menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang. Sebagai usaha untuk mengenang dirinya, sebuah museum didirikan di Amsterdam. Persis di tempat dia dan keluarganya dulu bersembunyi.

rute ke Anne Frank House...

rute ke Anne Frank House...

Sudah sejak lama saya ingin berkunjung ke museum ini. Karena cara terbaik untuk mengetahui pandangan sebuah bangsa terhadap masa lalu mereka adalah mengunjungi museum. Dan, fakta bahwa Belanda memberikan ruang untuk mengenang seorang Jerman di tanah mereka dapat bercerita banyak tentang negara itu.

Begitulah alasan saya.

P.S: Kalau suka Anne Frank, bisa juga cari info soal Hana Brady. Dan, dari Indonesia: Soe Hok Gie

7 Responses to “Alasan Dua: Anne Frank”


  1. waaaa… pusing gue bacanya..

    tapi ilmu yang bisa didapet banyak uyy

  2. paperbag Says:

    bagus artikelnya, selamat dan sukses selalu ya !!

  3. adiwena Says:

    Masih banyak kekurangannya mas. Masih banyak ‘koma’ yang bisa dihilangkan sebenarnya… Tapi nuhun udah mampir mas.

    Sukses juga buat kamu!

  4. achyari Says:

    sukses bung, saya susul ya..

Leave a Reply