Hanya Konspirasi Kita

May 24, 2009

Perhatian!!!!

Isi artikel ini sangat-sangat gelap, sangat-sangat rasis dan sangat sangat mungkin menyinggung orang-orang yang memiliki kaitan dengan kata-kata berikut: “CIA, Israel, konspirasi, teroris, Malaysia.” Artinya, kalau kamu agen CIA atau Mossad, orang Malaysia, atau teroris aktif… kamu tidak disarankan membaca artikel ini.

Proceed at your own risk.

=============

Kemarin saya ke Gramedia. Iseng-iseng saja menghabiskan waktu luang yang terlalu banyak saya miliki karena manajemen waktu yang buruk. Setelah beberapa saat melahap komik-komik yang bungkus plastiknya telah dibuka oleh orang-orang baik, saya pindah ke bagian politik. Bukan mau sok serius atau peduli sama negara… Kebetulan saja bagian ini dekat dengan bagian majalah.

Dan di salah satu lemari saya melihatnya, satu lemari penuh! Berbarislah itu buku-buku bertema konspirasi. Di sana, nama-nama seperti CIA, Zionis, Israel, Amerika, CIA, Zionis, Israel, Amerika, dan.. err… CIA bertumpuk dalam huruf dengan desain membosankan. Sebelum saya sempat berpikir tentang betapa semua penulis itu pasti berteman satu sama lain, satu pikiran lain muncul.

‘Ini menyedihkan’

Betapa tidak, hai anak Indonesia, semuanya adalah konspirasi orang asing! Bahkan tidak jarang konspirasi itu, menurut empunya si buku, ada untuk menggusur kepentingan nasional Indonesia. Yah, tentu saja saya tidak yakin konspirasi macam apa dan kepentingan nasional yang bagaimana, karena saya tidak akan pernah sama sekali selama-lamanya membeli buku-buku barusan. Walau saya tidak tahu banyak tentang isi buku-buku itu ini tetap saja menyedihkan. Ini harus menyedihkan. Harus. Titik.

‘Ini menyedihkan’ karena tidak ada satu pun buku yang menulis tentang konspirasi yang dilakukan Indonesia ke luar negeri. Sekali-kalinya ada buku tentang konspirasi dalam negeri, buku itu bercerita tentang konspirasi yang dilakukan anak bangsa untuk menjatuhkan sesama orang Indonesia. Ayolah! Saya tidak yakin kalau kita, orang Indonesia, sebodoh itu hingga tidak dapat melakukan konspirasi kita sendiri. Bukan apa-apa bung, nona, dan nyonya yang baik. Ini masalah harga diri.

Karena itu, demi bangsa dan negara, saya akan menyusun rencana konspirasi saya sendiri. Supaya orang luar tahu apa yang bisa dilakukan oleh seorang Indonesia di kancah konspirasi dunia. Pertama-tama, saya cari dulu target konspirasi ini. Target ini haruslah pihak yang sedang bermasalah dengan kebanyakan orang Indonesia. Supaya kalau konspirasi ini ketahuan, saya akan dianggap pahlawan. Karena itu saya taruh dua nama dalam rencana besar konspirasi saya, Israel dan Amerika Serikat. Oke, mungkin bukan daftar yang paling kreatif… tapi kalau rencana saya berhasil saya bisa dianggap pahlawan oleh kebanyakan orang. Atau kalau tidak, saya tetap bisa pergi ke kamp pelatihan teroris dan… yah, di sana saya pasti dianggap pahlawan.

Tapi, setelah berpikir lama, saya gagal menemukan rencana yang dapat berhasil. Saya harus menemukan target konspirasi lain. Dan, tiba-tiba saja saya teringat negeri tetangga: Malaysia! Kita bisa berkonspirasi dengan mulus kalau terhadap Malaysia. Bukan hanya rencana saya bisa jalan, banyak juga orang Indonesia yang bisa dipanas-panasi supaya membenci Malaysia. Wah, maknyus ini.

Rencana konspirasi besar saya terhadap Malaysia begini… seperti telah kita ketahui, Indonesia adalah penyedia tenaga kerja dalam jumlah besar bagi Malaysia. Kebanyakan menjadi asisten rumah tangga. Saya tahu apa yang kamu pikirkan, ketahuilah saya tidak akan menjadikan mereka mata-mata, itu membosankan dan terlalu sederhana. Yang akan saya saya lakukan adalah membuat robot hipnotis dalam skala besar dan menyamarkan mereka seperti manusia. Kemudian, saya akan mendaftarkan mereka ke Biro Tenaga Kerja bersertifikat supaya mereka bisa dikirim ke Malaysia dan menjadi asisten rumah tangga. Di sana, mereka akan menghipnotis anak-anak Malaysia yang dipercayakan pada mereka oleh majikan Malaysia yang tidak tahu apa-apa. Bayangkan, sejak kecil anak-anak Malaysia itu sudah diharuskan untuk menuruti perintah Pemimpin Besar Revolusi Indonesia… apa lagi saat dewasa. Malaysia akan menjadi negara boneka Indonesia.

Rencana yang luar biasa. Sayangnya, rencana ini baru ‘nyaris’ sempurna karena masih ada satu kekurangan. Indonesia belum mampu membuat robot hipnotis. Seingat saya, sudah lama sekali sejak Indonesia menemukan senjata hebat itu… kalau tidak salah namanya Keris Mpu Gandring.

Blogged with the Flock Browser

2 Responses to “Hanya Konspirasi Kita”

  1. Dian Ina Says:

    Bwahahaha! sakit. Etapi aku setuju. Kita berhasil menyisipkan kata yang sarat kekerasan seperti ‘amok’ (dari amuk) ke dalam kamus Bahasa Inggris. Jadi nggak ada salahnya kalo kita berhasil juga ngomporin, memanipulasi, dan bikin konspirasi untuk menghancurkan negara lain. Ahahahaha!

Leave a Reply