RATM – The Battle of Los Angeles
October 22, 2009
Garis tebal ditarik oleh pylox hitam di atas tembok kusam. Pertama dari bawah, lalu ke atas sambil membentuk garis-garis yang tidak lurus, dan ke bawah lagi. Tinta yang meluruh–tampaknya garisnya terlalu tebal–membentuk siluet seseorang yang mengacungkan tangan kanan ke atas. Di tengah-tengah siluet yang awalnya dibiarkan kosong kemudian diisi oleh tulisan “The Battle of Los Angeles”. Garis tulisannya tebal. Warnanya hitam. Grafiti ini menjadi sampul depan album seminal band Rage Against The Machine (RATM). Nama mereka ditambahkan dengan rapi lewat komputer di atas siluet. Times New Roman.
Sebenarnya saya malas menulis tentang album ini. Saya bukan penggemar berat RATM. Album ini juga sudah terlalu terkenal tanpa harus diperkenalkan lagi. Siapapun yang melewati tahun 1999, saat album ini diluncurkan, dalam kemudaan pasti pernah mendengar album ini. Apalagi bocah seperti saya, kalau tidak pernah mendengarkan lagu jedang jedung grompyang seperti ini kok rasanya kurang… eh, gaul. [Akhirnya kata itu muncul juga di blog ini. Maafkan saya pembaca yang budiman, saya harap saya tidak berdosa]
Album ini muncul di radio pertama kali waktu saya SD. Kakak saya, waktu itu SMP, membeli album ini dan memutarnya di dalam mobil sepulang sekolah. Itu kali pertama saya mendengar album ini, dan lagu-lagunya terasa asing di telinga saya yang lebih akrab dengan Backstreet Boys. Oh, betapa masa-masa itu adalah jaman kegelapan.
Tapi, tidak urung saya tertarik dengan album itu. Kesan liarnya terasa sekali. Sayang waktu saya mau mendengarkannya lagi saya tidak berhasil menemukan kasetnya. Waktu saya tanya ke si kakak, ternyata sudah dia tukarkan dengan kaset lain milik temannya. Kalau tidak salah kaset The Beatles, tapi saya lupa album apa.
Apa boleh buat, sisa masa SD saya terpaksa diisi oleh boysband lagi. Oh, betapa masa-masa itu adalah jaman kegelapan. Oh, betapa masa-masa itu adalah jaman kegelapan.
Well, cerita panjang disingkat, beberapa bulan yang lalu saya nemu The Battle Of Los Angeles di Aquarius, Dago. Awalnya saya ke sana untuk ngambil Exodus-nya Bob Marley. Tapi, pas dipikir-pikir, di rumah sudah ada Legend dan Catch a Fire, dua-duanya album bagus dari Om Marley. Sedangkan RATM belum ada.
Karena dana membatasi kemampuan membeli CD, akhirnya saya hanya mengambil RATM saja. Hitung-hitung mencicil nostalgia sebelum tua. [?]
Keluar dari Aquarius dalam Karimun hitam eksotik, saya langsung memasukkan CD ke dalam pemutarnya. Saya nyaris menangis mendengarkan empat lagu pertama. Bulu kuduk saya benar-benar merinding.
Album ini album yang politis, bung! Maksud saya, album ini album yang politis! Lagu yang dimasukkan dalam album ini seakan-akan berteriak “Viva la Revolucion!” Gilanya, saya percaya bahwa revolusi benar-benar hadir dalam album ini.
Oke, lirik yang dinyanyikan–ataukah, ‘diteriakkan’–oleh Zack de la Rocha memang kasar. Kalau bukannya ceroboh dan terpatah-patah. Tapi lirik itu dilengkapi oleh ensemble lainnya. Tom Morello, Brad Wilk, dan Tom Bob melengkapi de la Rocha dengan cara yang tidak bisa saya mengerti. Was it the groove? Was it the almighty guitar playing of Master Morello? Saya nyerah. Saya nggak tahu jawabannya. Tapi gabungannya menjadikan album ini sebagai masterpiece Heavy-Rap-Metal.
Sepanjang jalan saya ikut teriak di bagian refrain yang saya hapal. Saya, walaupun sesaat, sempat meyakini revolusi. Setiap kata yang saya teriakkan adalah pembebasan. Setiap sentakan kepala adalah kebebasan. Emansipasi datang di dalam otak, saat sel-sel memunculkan gambar ribuan pemuda-pemudi yang meloncat mengikuti lagu. Mereka mengepalkan tangan kanan dan menghantamkannya ke atas, seakan ingin meruntuhkan langit. Meneriakkan satu mantera dalam satu suara:
ALL HELL CAN’T STOP US NOW!!!!!!!!!!*
P.S: Untung mobil lo ga tabrakan, wir… asik banget kayaknya.
*penggalan lirik dari lagu “Guerilla Radio“
—————————————————————————————–




November 20, 2009 at 2:00 pm
lagunya sepupu wd ini kak, tapi wd suka dengerin yang know your enemy (judulnya sama ky lagunya greenday, hehe)..
“Now something must be done
About vengeance, a badge and a gun
‘Cause I’ll rip the mike, rip the stage, rip the system
I was born to rage against ‘em
Now action must be taken
We don’t need the key
We’ll break in”