Pengantar Tidur

…karena saya menulis malam-malam

Beberapa daftar lagu senang-senang yang disusun seadanya demi kenyamanan anda

Pembaca yang baik,

Terlepas dari adanya bagian dunia yang menderita dari berbagai macam bencana, baik yang alami maupun buatan manusia, seringkali saya masih menyempatkan diri untuk merasa bahagia. Pembenaran yang saya gunakan biasanya berhubungan dengan perimbangan waktu untuk merenung dan bersantai. Di atas dasar filsafat yang kuat, saya telah menentukan untuk hidup sebaik mungkin dengan memastikan waktu perenungan saya agar tidak mengganggu waktu bermain.

Tapi ini tugas yang sulit.

Walaupun saya adalah orang malas asli (dengan sertifikat), hati nurani cukup sering masuk dan mengusik waktu saya bersenang-senang. Jika saat itu datang, saya selalu mencari perlindungan lewat musik. Dan berikut saya kumpulkan beberapa daftar musik yang mampu membuat telinga saya tuli dari bisikan hati yang menyuruh saya berbuat baik dan mengisi waktu dengan hal-hal berguna. Mengingat sifatnya, daftar ini tidak saya susun berdasarkan pertimbangan musikalitas apapun, melainkan hanya didasarkan pada pertimbangan senang-senang. Begitu pula daftar ini tidak disusun menuruti sistem pendaftaran yang baik, dan hanya ditaruh acak sesuai ingatan saya.

1. “Tribute”, Tenacious D

Ini bukan lagu terbaik di dunia. Nyaris, tapi tetap saja bukan.

Ini adalah lagu yang dibuat dengan memikirkan lagu terbaik di dunia di dalam kepala. Dan hasilnya adalah salah satu lagu terbaik yang pernah dihasilkan pada dekade awal abad ke-21. Saya pernah melakukan hal serupa dengan mencoba menuliskan sesuatu sambil memikirkan tulisan terbaik yang pernah saya baca di kepala saya.

Hasilnya tidak layak ditunjukkan ke khalayak ramai demi kenyamanan membaca keluarga Indonesia.

(omong-omong soal gaya penulisan seperti ini, apa kamu sudah baca bukunya Susanna Clarke? Kata orang buku “Jonathan Strange and Mr Norell” berhasil menggabungkan bagian terbaik dari penulis klasik seperti Charles Dickens dan Jane Austen. Saya, sayangnya, belum pernah membaca Jane Austen, jadi saya tidak tahu soal kesamaannya. Tapi buku itu sungguh layak baca)

2. “Dog Days Are Over”, Florence + The Machine

Intro yang dramatis dari seorang penyanyi muda. Kalau saya Menteri Pemuda dan Olahraga yang Merangkap Pendidikan Kesehatan Jasmani, saya sudah mewajibkan setiap murid sekolah menengah untuk memulai hari mereka dengan senam yang gerakannya didasarkan pada lagu ini. Seperti kata orang tua, anak muda harus semangat!

…yang, tentu saja, menjadikan saya anak muda yang jauh sekali dari gambaran ideal barusan. *yawn*

3. “Nature Boy”, a cover by Pomplamoose

Nat King Cole menulis dan menyanyikan ini dengan cara yang mungkin tidak pernah akan bisa ditiru orang lain, termasuk oleh David Bowie sekalipun. Tapi versi ini patut didengarkan karena duo Popmplamoose membawakannya dengan penghayatan yang berhasil menggambarkan si Nature Boy dalam perjalanannya melintasi daratan dan lautan.

Komposisi yang minimalis diikuti suara yang nyaris terdengar seperti bisikan mungkin resep musik yang buruk bagi banyak pengamat. Tapi tidak demikian halnya dalam kasus ini. Lewat Pomplamoose, bocah ajaib yang sedikit pemalu dengan seberkas kesedihan berhasil hidup dan mengantarkan pesannya sekali lagi: “the greatest thing, you’ll ever learn, is just to love and be loved in return.”

Tentu saja, lagu ini membuat saya menginjak dunia refleksi kembali, pertanda sudah waktunya bagi saya untuk melanjutkan daftar ini. Senang-senang. Senang-senang.

4. “Bomb Over Baghdad”, Outkast (crappy video, by the way)

Iya, iya, Irak masih dalam kondisi mengenaskan dan Baghdad bukan pengecualian. Mendengarkan lagu yang melemparkan bom di atas kota Baghdad–secara figuratif sekalipun–sudah pasti bukan langkah yang baik dan benar secara politis. Kalau saya SBY kalian pasti sudah mencak-mencak dan menuntut saya mengundurkan diri.

Tapi lagu ini luar biasa mantap didengarkan di atas sadel sepeda, sambil mengayuh kencang pada pagi hari. Hentakannya panas, mengalahkan angin musim dingin. Saya ragu SBY masih naik sepeda. Tapi saya iya. Dan lagu ini menemani saya meraih penghargaan “Beginner Cyclist Extraordinaire” saat saya akhirnya menaiki sepeda sendirian di jalan raya. Broadgate ke Wollaton. Power Music. Electric Revival.

(…dan, saat mode reflektif kembali menjitak kepala saya, secara tulus saya akan berharap semoga keadaan di Irak membaik secepatnya)

5. “Extraordinary Machine”, Fiona Apple

Terakhir kali saya mendengarkan lagu ini, saya menangis.

Mitos bawang bombay yang membuat air mata berair ternyata benar. Namun, mata saya tidak terasa pedih karena alunan lagu ini benar-benar nyaman didengarkan. Suara Fiona Apple seperti membawa kembali dekade 40-an dengan bumbu modern. Seperti koki handal, dia membawakan lagunya dengan emosi yang mengalir, sebuah racikan yang tidak pernah gagal. Apalagi Fiona Apple adalah orang dengan bakat khusus.

Mohon maaf atas perumpamaan masakan yang terdengar dipaksakan, saya memang mendengarkannya sambil makan spaghetti.

6. “Some Kind of Nature”, Gorillaz feat. Lou Reed

-no video-

Lagu paling bagus dari album terakhir Gorillaz. Lagu ini adalah lanjutan logis dari Demon Days, di mana Damon Albarn berhasil lepas dari persona frontman, dan membuat satu lagu kolaborasi yang berirama feel good demi ke-feel good-an itu sendiri. Tanpa basa-basi. Hanya senang-senang. Senang-senang.

7. “Zero”, Yeah Yeah Yeahs

Tidak, saya tidak akan menulis tentang bagaimana Karen O muncul lebih dulu dari Lady Gaga dalam konteks kemiripan gaya berbusana mereka. Karena itu, mari kita fokus ke lagu ini.

Kenapa saya suka lagu ini? Well, lagu ini tidak hanya asyik dan gampang dicerna, prestasi YYYs juga memungkinkan saya untuk mendengarkan mereka tanpa merasa bersalah telah hanyut dalam musik arus utama. Bagaimanapun juga, saya punya reputasi untuk dijaga.

Eh, tapi serius, lagu ini benar-benar asyik untuk didengar. Atas nama Electro. Dance. Rock.

(Omong-omong, menuliskan ‘asyik’ dengan huruf ‘y’ daripada hanya ‘asik’ tanpa ‘y’ membuat saya merasa telah menuliskan sesuatu yang erotis dan cenderung bersifat dangdut koplo)


=========================

Dan, berhubung mata saya sudah mengantuk, saya akan tidur dulu. Tanpa ditemani lagu apapun. Kali ini saya akan membiarkan mimpi saya diisi oleh nasihat. Supaya saat bangun saya sudah lupa dan bisa melanjutkan hidup bahagia.

Senang-senang.

Senang-senang.

2 Comments on “Beberapa daftar lagu senang-senang yang disusun seadanya demi kenyamanan anda

  1. antartika
    January 29, 2011

    ASYYYYYYYYYYIK!

    • adiwena
      January 29, 2011

      JOROOOOOOOK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 29, 2011 by in musik, refleksi and tagged , , , .
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 218 other followers