Pengantar Tidur

…karena saya menulis malam-malam

Dinosaurus terbaik di muka bumi?

Pembaca yang baik,

Saat saya berkeliling di jagad perkicauan–twitter–saya menyadari kalau kebanyakan orang menjelaskan diri mereka melalui runutan kata-kata yang dianggap mampu menangkap identitas masing-masing; dari “pemimpi”, “ramah”, “sagitarius”, hingga “jutek.” Melihat usaha yang dituangkan ke dalam perumusan kata-kata barusan, kelihatannya pencitraan diri di jejaring soal lebih penting dari yang selama ini saya duga.

Di twitter saya menjelaskan diri sebagai “dinosaurus terbaik di muka bumi.” Ini memang bukan upaya pencitraan diri yang terlalu serius. Dan saya sempat berniat mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih berkesan dewasa serta bijaksana, supaya lebih sesuai dengan umur yang hampir seperempat abad.

Tapi niat itu lantas saya gagalkan karena saya ingat kenapa saya menyebut diri sebagai, “dinosaurus terbaik di muka bumi.”

Pembaca sekalian, walaupun alasan kenapa ada orang yang mau dikenal sebagai makhluk yang jutek–tidak ramah, dingin, sinis–tidak mampu saya jelaskan, alasan kenapa saya ingin dikenal sebagai dinosaurus terbaik masih bisa saya jelaskan lewat puisi ini:

Advice for a Stegosaurus

Jessica Goodheart (2005)

Never mind the asteroid,
the hot throat of the volcano,
a sun that daily drops into the void.

Comb the drying riverbed for drink.
Strut your bird-hipped body.
Practice a lizard grin. Don’t think.

Stretch out your tail. Walk, as you must,
in a slow deliberate gait.
Don’t look back, Dinosaur. Dust is dust.

You’ll leave your bones, your fossil feet
and armored eye-lids.
Put your chin to the wind. Eat what you eat.

Ya, pembaca dan pembaci, saya pikir itu puisi yang bagus. Puisi itu juga dapat menceritakan siapa saya dengan lebih lincah dibanding apapun yang bisa saya tuliskan.

Dan setelah penjelasan singkat barusan, demikianlah akhir dari artikel copy-paste ini. Sekarang saya akan kembali berjalan, seperti seharusnya, dalam langkah perlahan serta penuh perhitungan. Tanpa melihat ke belakang.

Karena debu akan tetap menjadi debu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 20, 2011 by in sambil lalu and tagged , , , , .
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 218 other followers