Pembaca,
Saya punya cerita tentang beberapa teman.
Jadi, dua bulan belakangan ini rumah tempat saya tinggal sempat diisi orang-orang hebat. Mereka orang-orang luar biasa, bukan hanya karena mereka berprestasi, tapi juga karena mereka rendah hati. Saya bukan orang baik yang senang memuji orang, tapi mereka ini memang layak dipuji. Kenapa?
Pertama, coba kita lihat prestasinya. Saat kami sedang kumpul-kumpul di ruang tamu, sama-sama menyusun CV untuk melamar kerja, saya sempat mengintip CV teman-teman saya. Dan isinya berhasil membuat saya kagum.
Ternyata, selama setahun saya menimba ilmu di negeri orang, saya diberi kesempatan untuk berteman dengan teman-teman yang memiliki pengalaman sangat beragam. Mulai dari arsitek yang karyanya sudah sempat dipamerkan di depan dunia, aktivis yang sudah merasakan panasnya jalanan Jakarta hingga dinginnya AC Senayan, hingga peneliti yang pintarnya membuat saya merasa selama ini hanya berpikir menggunakan dengkul saja. Itu pun hanya sebagian dari yang tertulis di dalam CV. Di sana ada pula daftar publikasi, penghargaan, dan karya nyata. Luar biasa bukan?
Kamu akan lebih kagum lagi, pembaca, saat tahu kalau umur mereka tidak berbeda jauh dengan saya. Kami sama-sama ada di pertengahan usia 20-an.
Lebih lanjut lagi pembaca,
Hal yang benar-benar membuat saya tersenyum kagum adalah kerendahan hati mereka. Bayangkan, sudah setahun saya berteman dengan mereka tapi tidak sekalipun saya merasa kalau mereka menganggap diri mereka lebih tinggi. Tidak pernah ada waktu saat mereka merasa terlalu pintar untuk bergaul. Tidak ada satupun kesempatan di mana mereka merasa layak meremehkan orang lain.
Whoa. Jadi, mereka ini:
Kalau kamu kenal dengan teman-teman saya, mungkin kamu akan berhenti sejenak untuk bertanya: apa yang kamu lakukan selama ini?
Kalau mereka sih tidak usah ditanya. Bukan hanya karena mereka terlalu rendah hati untuk menjawab langsung, tapi juga karena kalau mereka benar-benar menjawab pertanyaan itu…. well, jawabannya tidak bisa selesai dalam hitungan jam.
Salam,
Adiwena
P.S: Di sekitar mereka, kelas saya hanya setingkat Spongebob Squarepants.
hey wirya, aku jadi pengen kirim motivation letter temenku, gila banget yang udah dia capai ckckck, bikin mikir selama ini aku ngapain aja hehe. check ur mail
Woooooooooooow. o_0
Gw baca buku The Alchemist wir, pada intinya “manusia itu memiliki peran penting di dunia ini hanya saja kita tidak menyadarinya. Bukan hanya CV yang panjang dan menakjubkan yang dibutuhkan dunia, tapi juga bagaimana mereka mendengarkan suara hati mereka sebagai manusia (sebelum kuping tersumpal dengan uang).
just like i said before, kita bukanlah makhluk sembarangan, namanya manusia itu ter maktub sebagai makhluk mulia.