Pembaca,
Kalau kamu menganut kalender Gregorian, maka selamat tahun baru 2012. Semoga tahun ini menjadi tahun yang baik untuk dirimu, dan untuk saya juga. Sekarang, kembali ke urusan blogging memblogging ini…
Pembaca,
Saat saya bangun pagi ini–1:39 GMT, waktu yang saya kira bagi sementara orang bukan saat yang pantas untuk bangun, namun tetap pantas bagi blogger yang menyebut dirinya Pengantar Tidur–playlist ponsel yang saya nyalakan sebelum tidur sedang memutar album American IV. Penyanyi: Johnny Cash. Produser: Rick Rubin. Lagu: Hurt.
Pada saat kepala saya kembali berpikir, tiba-tiba saja lagunya sudah seperempat jalan. Sudah masuk ke bagian dimana Johnny Cash sedang bertanya, “What have I become, my sweetest friend?” Dan pertanyaan itu membuat saya terbangun. Dalam gelap saya memohon otak supaya mau mencerna kata-kata pinjaman Cash.
Saya tidak bisa bilang kalau saya gagal. Tapi hasil refleksi pribadi menjadi tidak penting saat Cash berucap, “You could have it all, my empire of dirt.” Apapun yang saya tulis tidak bisa dibandingkan dengan Folsom Prison Blues, hingga jika saya berani-beraninya mementahkan karya-karya saya sebagai “empire of dirt”, tulisan itu hanya akan menjadi guyonan.
Pembaca, saya tidak tahu apa yang Pak Cash sesali dalam tahun-tahun terakhir hidupnya. Mungkin banyak sekali, mungkin cuma satu. Tapi saya percaya dengan sepenuh hati saat dia bernyanyi tentang ingin mengulang lagi sejuta mil langkahnya.
Selamat tahun baru, pembaca yang baik. Semoga tahun ini tidak menjadi bahan penyesalan saat tua nanti, ya.
Salam,
Adiwena
"Uji kenormalan tentunya perlu dilakukan untuk memastikan bahwa asumsi tersebut dipenuhi. Caranya telah diuraikan dalam Bagian 10, Bab VIII dan Bagian 5.3, Bab XIII."
(Prof. DR. Sudjana M.A., M.Sc. 1989. "Metoda Statistika" Bandung: Penerbit Tarsito. Halaman 446)
Clone this site at WordPress.com Theme: Suburbia by WPSHOWER.
tu me manques, mas.