<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>the daythinker &#187; Cerita</title>
	<atom:link href="http://adiwena.wordpress.com/category/cerita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adiwena.wordpress.com</link>
	<description>my, now, decaffeinated thoughts on things</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Dec 2009 05:01:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='adiwena.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a42d72733bc749d41277bea734f2c083?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>the daythinker &#187; Cerita</title>
		<link>http://adiwena.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://adiwena.wordpress.com/osd.xml" title="the daythinker" />
		<item>
		<title>Parade Kebahagiaan di Facebook</title>
		<link>http://adiwena.wordpress.com/2009/03/21/parade-kebahagiaan-di-facebook/</link>
		<comments>http://adiwena.wordpress.com/2009/03/21/parade-kebahagiaan-di-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 17:57:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiwena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[sambil lalu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwena.wordpress.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[


I just had another epiphany about Facebook
Jadi, ini dari rapat beberapa waktu lalu. Seorang teman bilang, &#8220;Argh, gw panas banget deh ngeliat foto anak-anak &#60;blip&#62;  pas lagi HNMUN di Facebook. Pokoknya gw harus nyusul!&#8221; HNMUN itu Harvard National Model United Nations, sudah pasti bukan di Indonesia. Dan teman saya memang sedang punya kesempatan untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwena.wordpress.com&blog=1177548&post=226&subd=adiwena&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><dl class="wp-caption alignnone">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/06/Facebook.svg/200px-Facebook.svg.png"><img title="Facebook Inc. " src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/06/Facebook.svg/200px-Facebook.svg.png" alt="Facebook, foto dari Wikipedia" width="200" height="75" /></a></dt>
</dl>
<p>I just had another epiphany about Facebook</p>
<p>Jadi, ini dari rapat beberapa waktu lalu. Seorang teman bilang, &#8220;Argh, gw panas banget deh ngeliat foto anak-anak &lt;blip&gt;  pas lagi HNMUN di Facebook. Pokoknya gw harus nyusul!&#8221; HNMUN itu Harvard National Model United Nations, sudah pasti bukan di Indonesia. Dan teman saya memang sedang punya kesempatan untuk nyusul melalui acara yang tidak kalah prestise. Acaranya akan berlangsung di New York, beberapa saat lagi.</p>
<p>Mungkin kalau dia sudah sampai New York, bakalan foto-foto juga.</p>
<p>Well, di Facebook memang banyak pajangan foto seperti itu kan. Kalau kebetulan di Perancis, ya foto kita di depan Arc de Triomphe. Kalau kebetulan sedang melawat ke Inggris, ya foto jalan di Abbey Road ngikut The Beatles. Kalau belum bisa ke luar negeri, ya foto di Kawah Putih terpaksa cukup.</p>
<p>Orang-orang yang punya account Facebook kebanyakan berlomba-lomba menunjukkan apa yang telah mereka capai. Dengan alasan masing-masing. Saya tidak tahu alasannya, tapi saya tahu kalauu yang saya lihat di Facebook adalah pameran kebahagiaan.</p>
<p>Semua foto tersenyum, semua orang sukses, semuanya bahagia.Yang jadi masalah adalah orang-orang yang tidak bahagia, atau belum sebahagia orang lain di Facebook.</p>
<p>Saat kebahagiaan ditakar dengan kesuksesan dan dengan liar dipamerkan, akan ada perhitungan-perhitungan yang dilakukan.  Seperti iklan produk kecantikan, kalau kita sudah dijejali oleh bentuk yang dibilang cantik tiap hari&#8230; besar kemungkinan kita ingin menjadi seperti mereka, dan mulai mengisi tagihan bulanan dengan berbagai produk yang&#8230; yah, yang tidak bisa saya jelaskan karena saya baru membedakan sabun muka dengan sabun badan sesudah kuliah.</p>
<p>Kalau perhitungan sudah dilakukan maka di hati akan muncul perasaan khusus tentang pencapaian orang lain, yang membuat teman saya &#8216;panas banget&#8217; itu. Yang melihat gelas setengah penuh bilang kalau itu motivasi untuk kita supaya bisa menjadi lebih baik. Yang melihatnya setengah kosong akan menuduhkan sirik.</p>
<p>Buat saya, kalau itu membuat kamu bahagia, ya lakukan saja. Asal jangan diktekan kebahagiaan kamu pada saya. Karena saya sudah cukup puas dengan menulis, belajar, dan hal-hal tidak penting lain.</p>
<p>Cheers!</p>
<p>P.S : Saya belum pernah ke luar negeri sama sekali. Dan, karena saya mahasiswa HI Unpad, cukup banyak juga teman saya yang bolak-balik ikutan pertukaran. Tapi, buat saya sih ga masalah. Kalau saya harus terbang trans-pasifik, ya saya akan terbang. kalau tidak, masih ada yang bisa saya lakukan di Indonesia</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiwena.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiwena.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiwena.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiwena.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiwena.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiwena.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiwena.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiwena.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiwena.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiwena.wordpress.com/226/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwena.wordpress.com&blog=1177548&post=226&subd=adiwena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwena.wordpress.com/2009/03/21/parade-kebahagiaan-di-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e88768eb40a74abd8edbe12f6ff4ee4c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adiwena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/06/Facebook.svg/200px-Facebook.svg.png" medium="image">
			<media:title type="html">Facebook Inc. </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Garbage We Once Were&#8230;</title>
		<link>http://adiwena.wordpress.com/2008/12/05/the-garbage-we-once-were/</link>
		<comments>http://adiwena.wordpress.com/2008/12/05/the-garbage-we-once-were/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 10:17:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiwena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[anak smu]]></category>
		<category><![CDATA[based on my true story]]></category>
		<category><![CDATA[circle k]]></category>
		<category><![CDATA[kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[sampah masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwena.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Adzan Maghrib terdengar. Perlahan, terhalang oleh kaca mobil. Setelah menyetir berjam-jam, saya mengarahkan mobil saya dengan tenang ke masjid Nurul Falah. Masjid tempat saya menenangkan diri waktu SMU dulu, terutama saat menjelang SPMB. Saya suka masjid ini. Entah kenapa, cukup banyak orang yang transit di sini saat Maghrib. Eksekutif-eksekutif dengan SUV yang berhenti hanya sekedar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwena.wordpress.com&blog=1177548&post=172&subd=adiwena&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Adzan Maghrib terdengar. Perlahan, terhalang oleh kaca mobil. Setelah menyetir berjam-jam, saya mengarahkan mobil saya dengan tenang ke masjid Nurul Falah. Masjid tempat saya menenangkan diri waktu SMU dulu, terutama saat menjelang SPMB. Saya suka masjid ini. Entah kenapa, cukup banyak orang yang transit di sini saat Maghrib. Eksekutif-eksekutif dengan SUV yang berhenti hanya sekedar shalat saja. Karenanya, tidak terlalu banyak orang saling mengenal. Kecuali beberapa orang tua yang memang tinggal di sekitaran masjid.</p>
<p>Datang dan pergi, demi Allah semata. Hidup dan mati, demi Allah pula. Konsep yang menenangkan saya.</p>
<p>Saya menghabiskan beberapa saat di masjid,  hanya untuk merasakan atmosfer yang diberikan oleh-Nya.  Mendengarkan orang-orang membaca Al-Qur&#8217;an, menggumamkan dzikir, meluruskan hati.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Sesudah shalat, saya keluar dengan langkah yang ringan. Bukan hanya karena saya pakai sendal jepit, tapi juga karena saya lebih siap kalau mati mendadak. Setidaknya, saya akan bisa menjawab pertanyaan malaikat di alam kubur. Teman saya, Upi, sering mengingatkan untuk mendahulukan shalat. Katany, &#8220;Udah wir, shalat dulu, Daripada pas loe balik ketabrak tronton belom shalat&#8230;&#8221; Yah, pi, moga-moga malaikat ngejadiin ucapanmu itu <em>footnote </em>di sedikit catatan kebaikan yang gue punya, sob.</p>
<p><em>Anyway</em>, seperti biasa, sebelum pulang saya menyempatkan diri ke Circle K buat beli Milo panas. Kebetulan, masjid ini dekat sekali sama salah satu cabangnya. Jadilah saya menyetir Karimunsetia saya ke sana. Tdak sampai dua menit, saya  sudah sampai. Sayang, tempat parkir Circle K penuh. Ternyata banyak anak muda tanggung yang nongkrong di sana. Dilihat dari baju putih dan celana/rok abu-abu yang mereka pakai, mereka belum pulang sesudah sekolah di pagi harinya. Apa boleh buat, Karimunhitameksotis saya parkir di laboratorium yang ada di seberang Circle K.</p>
<p>Menghindari kerumunan anak muda yang nongkrong di pintu samping, saya memilih masuk lewat pintu depan. Tapi, ah, ternyata ada juga anak SMU yang nongkrong di sana. He he, ajdi inget masa-masa SMU dulu&#8230; semua tempat yang keras bisa dijadikan tempat duduk. Sambil tersenyum, saya melangkah masuk ke Circle K&#8230; Tunggu. Ada apa dengan anak ini?</p>
<p>Dia tampak tertidur. Tapi, tubuhnya kejang-kejang. Ngigau? Mungkin saja. Temannya tampak tenang-tenang saja. Hmmm&#8230; Ya sudahlah. Saya, kemudian, melangkah masuk ke&#8230;. TUNGGU! Apa mungkin orang ngigau sambil muntah-muntah?! Ada apa dengan anak ini?!</p>
<p>&#8220;Mas, temannya kenapa?&#8221; tanya saya ke orang yang ada di sampingnya, sambil memegang pergelangan tangan anak yang tidur/pingsan ini. Denyutnya&#8230; normal. Atau, tampaknya normal. Ah, sial. Saya bukan paramedik!!! Mana mungin saya tahu!!!</p>
<p>Anak SMU lain yang ada di sampingnya menoleh dan melihat saya, lalu melihat ke temannya, ia tampak kaget. &#8220;Sep, kejang-kejang!! Si Ieu kejang!!!&#8221;</p>
<p>Mendengar teriakan anak itu, temannya yang satu lagi muncul, entah dari mana. &#8220;Anjiiiir!!!! Aduuuh!!&#8221; Mukanya tampak panik.</p>
<p>&#8220;Mas, gimana kalau temannnya dimasukkin ke mobil saya saja? Saya antarkan ke rumah sakit, nanti saya bantu biayanya&#8221;</p>
<p>&#8220;Aduh kang, ini lagi nunggu kakaknya&#8221;</p>
<p>Kakaknya? Jadi anak ini sudah dari tadi semaput seperti ini? &#8220;Kapan kakanya datang?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ngga tahu kang, tadi sudah saya telpon.&#8221;</p>
<p>&#8220;Udahlah, daripada ngga jelas gitu, sekarang mas masukkin dia ke mobil saya. Teman anda ini sakit!&#8221;</p>
<p>&#8220;Aduuuh, saya ngga enak sama kakaknya&#8221;</p>
<p>&#8220;Nanti saja ditelpon lagi kalau sudah di rumah sakit!&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, tapi saya udah janji&#8230;&#8221;</p>
<p>AArrrgghghhh!!! Keras kepala!!! Sambil frustasi, saya mengedarkan pandangan saya ke sekeliling. Ternyata anak-anak tanggung yang tadi nongkrong mulai bergerombol di sekitar kami. Berbisik-bisik. Menunjuk-nunjuk. Tapi tetap tidak menolong. Menjaga jarak aman seakan-akan anak yang sedang pingsan ini bisa bangun setiap saat dan menggigit mereka.</p>
<p>Darah mulai berdenyut kencang di kepal saya. Saya rasanya ingin berteriak. INI ORANG, BUKAN BINATANG, BANGS*T!!!!</p>
<p>Ah, sudahlah. Sekali lagi saya pegang pergelangan tangan si anak pingsan. Sial, <em>still inconclusive</em>. Saya cuma bisa yakin kalau anak ini tidak akan melahirkan tiba-tiba.</p>
<p>&#8220;Mas, kakaknya tinggal di mana? Kalau masih lama mending saya bawa saja sekarang&#8221;</p>
<p>&#8220;Nggak tahu, tapi sudah di jalan. Saya nggak enak kang, udah janji&#8221;</p>
<p>Gobl*k! Kenapa harus keras kepala begini!?</p>
<p>Tiba-tiba, satpam-cum-tukang parkir circle K datang, &#8220;Udah ini kita bawa ke pojokan saja. Bisa gawat kalau patroli datang&#8221;</p>
<p>Tampaknya, usul yang ini bisa diterima mereka. Mereka lalu menggotong anak pingsan itu, dibantu oleh si tukang parkir. Saya, yang dari tadi sudah ikut campur, ikut membantu.</p>
<p>Sambil diangkat, anak itu terus muntah-muntah. Kerumunan anak tanggung yang melihatnya makin menjaga jarak mereka. Tampak jijik.</p>
<p>Anak pingsan itu kemudian didudukkan di pojok Circle K yang gelap. Sementara, kerumunan anak tanggung tiba-tiba berpindah tempat ke bagian depan. Teman anak pingsan itu terus bilang terima kasih ke saya.</p>
<p>Saya acuhkan.</p>
<p>Saya masuk ke Circle K untuk membeli Milo. Sambil memegang cangkir Milo dan membiarkan panasnya masuk ke tangan saya, saya melihat untuk terakhir kalinya ke arah kerumunan anak tanggung itu&#8230; Demi Tuhan, kalau tatapan bisa melukai, maka tubuh mereka pasti sudah termutilasi. Saya membenci mereka yang menganggap anak pingsan itu tidak layak mendapat perhatian lebih dari mereka. Mereka yang menganggap anak itu bukan bagian dari masyarakat. Makhluk-makhluk terkutuk yang menghilangkan kemungkinan kesempatan kedua bagi si anak pingsan, bagi si &#8217;sampah masyarakat&#8217;.</p>
<p>Saya benci, saya juga dulu &#8217;sampah&#8217;. Hmph.</p>
<p>Saya menuju ke mobil dengan langkah yang berat dan cepat. Sambil menyalakan mobil, saya menaruh Milo di <em>cup holder. </em>Dan, bersamaan dengan menyalanya mesin mobil, <em>tape </em>mulai mengeluarkan suara yang sangat saya kenal. <em>Track </em>10, album &#8216;Pearl Jam&#8217;. Tidak bisa tidak, saya tersenyum karena ironinya.</p>
<p>Dan, sambil mengeluarkan mobil dari tempat parkir, perlahan suara serak Eddie Veder mulai melantun&#8230;</p>
<p><em>I have faced it, a life wasted&#8230; And i am never going back again</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiwena.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiwena.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiwena.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiwena.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiwena.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiwena.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiwena.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiwena.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiwena.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiwena.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwena.wordpress.com&blog=1177548&post=172&subd=adiwena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwena.wordpress.com/2008/12/05/the-garbage-we-once-were/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e88768eb40a74abd8edbe12f6ff4ee4c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adiwena</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>