<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>the daythinker &#187; Lomba</title>
	<atom:link href="http://adiwena.wordpress.com/category/lomba/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adiwena.wordpress.com</link>
	<description>my, now, decaffeinated thoughts on things</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Dec 2009 05:01:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='adiwena.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a42d72733bc749d41277bea734f2c083?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>the daythinker &#187; Lomba</title>
		<link>http://adiwena.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://adiwena.wordpress.com/osd.xml" title="the daythinker" />
		<item>
		<title>Alasan Tiga: Epilog &#8211; Belanda itu bukan tiket saja</title>
		<link>http://adiwena.wordpress.com/2009/04/29/alasan-tiga-epilog-belanda-itu-bukan-tiket-saja/</link>
		<comments>http://adiwena.wordpress.com/2009/04/29/alasan-tiga-epilog-belanda-itu-bukan-tiket-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 18:48:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiwena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lomba]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwena.wordpress.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Kalau saya, dengan ijin Allah, akan menghabiskan beberapa saat di Belanda&#8230; HARUS ADA ALASAN BAGUS. Ada beberapa hal yang hukumnya wajib saya kerjakan, dan ada beberapa rencana yang tampak menggiurkan. [itu dirangkum jadi satu kata: SKRIPSI]
Dan, ayo terima kenyataannya&#8230; summer course di Utrecht tidak akan langsung membantu saya memastikan keberadaan alien, menemukan Atlantis, menormalkan iklmi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwena.wordpress.com&blog=1177548&post=251&subd=adiwena&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://kompetiblog.studidibelanda.com"><img class="alignleft" title="kompetiblog" src="http://kompetiblog.studidibelanda.com/wp-content/uploads/2009/03/kompetiblogbadge-neo.png" alt="" width="125" height="125" /></a>Kalau saya, dengan ijin Allah, akan menghabiskan beberapa saat di Belanda&#8230; HARUS ADA ALASAN BAGUS. Ada beberapa hal yang hukumnya wajib saya kerjakan, dan ada beberapa rencana yang tampak menggiurkan. [itu dirangkum jadi satu kata: SKRIPSI]</p>
<p>Dan, ayo terima kenyataannya&#8230; <em>summer course </em>di Utrecht tidak akan langsung membantu saya memastikan keberadaan alien, menemukan Atlantis, menormalkan iklmi bumi, atau menyelamatkan tapir. Kalau sekedar belajar formal, saya masih mampu menyelusup ke salah satu kelas di kampus.</p>
<p>Oke&#8230; oke&#8230; Utrecht memang tidak bisa dibandingkan dengan Universitas Padjadjaran. Pendidikan formal di Belanda nggak bisa dibandingkan sama Indonesia [untuk saat ini]. Orang sukses banyak yang belajar di Belanda, itu saya tahu. Belajar di Belanda bisa membantu saya meluaskan kemungkinan cita-cita yang bisa saya raih, saya juga tahu itu.</p>
<p>Lebih lanjut, saya menyimpan harapan untuk suatu saat bisa kerja di organisasi nirlaba internasional. Kalau kesempatan summer course ini bisa membantu saya sampai ke sana, itu saya tahu. Saya akui saja, saya ngiler habis-habisan. Lewat Belanda ada <strong>MASA DEPAN</strong>.</p>
<p>Tapi, tidakkah itu terdengar membosankan? Buat saya itu terdengar seperti birokrat klasik saja. Selalu mengerjakan yang pasti dan menguntungkan, dari satu jenjang karir ke jenjang karir yang lebih baik. Serba nyaman dan teratur. Kata Max Webber, si sosiolog maut, <em>sine ira et studio</em>&#8230; tanpa semangat ataupun amarah.</p>
<p>Kalau saya pergi harus ada yang khusus. Sesuatu yang tidak dapat diberikan negara lain.</p>
<p>Saya mencoba menjelajahi hal ini dalam dua tulisan sebelumnya. <a href="http://adiwena.wordpress.com/2009/03/17/203/" target="_blank">Bagian pertama tentang perpusatakaan </a>saya masukkan karena saya harus punya rencana tentang apa yang akan saya coba pelajari. Di sini, Belanda memainkan perannya sebagai gudang pengetahuan khusus untuk seorang Indonesia.</p>
<p>Saya sempat menemukan catatan dari <a href="http://jakartabeat.net/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=202:kartini-dan-persoalan-nasionalisme-kita&amp;catid=37:politik&amp;Itemid=50" target="_blank">Dandhy Dwi Laksono di Jakartabeat.net</a>. Dia menulis:</p>
<blockquote><p>Di dinding Kerkhof di kota Banda Aceh, tertulis 2.200 nama serdadu Belanda yang tewas di medan laga. Tapi bila diperhatikan secara seksama, nama-nama itu tak hanya milik orang-orang bermata biru dan berambut jagung, seperti Wiederholt atau Wetering. Tapi juga nama-nama jawa seperti Soewadi, Raden Nembi, Kartopawiso, atau Lalawi.</p></blockquote>
<p>Itu sejarah nasional, bung. Tapi yang luput dimasukkan dalam kurikulum pelajaran sekolah kita dulu. Tapi saya ingin tahu lebih lengkap tentang bagian-bagian sejarah yang berusaha dihapuskan dari ingatan orang Indonesia. Saya harus tahu&#8230; Saya tidak mungkin terbang ke komunitas kosmopolitan-&#8217;a global community&#8217;-tanpa tahu sejarah bumi yang pernah saya pijak.</p>
<p>Dan kalau tidak ada yang menyediakannya pada saya, seperti biasa, saya akan mencarinya sendiri. Dan di perpustakaan Belanda, saya berharap akan menemukan mata rantai kepada <strong>MASA LALU</strong>. Karena saya tidak mau menjadi pikun sebelum waktunya.</p>
<p>Lalu, tentang <a href="http://adiwena.wordpress.com/2009/03/19/alasan-dua-anne-frank/" target="_blank">Anne Frank dan buku hariannya</a>. Buat orang yang cuma bisa mengernyit dan menghela nafas tiap mbaca berita dunia, buku itu adalah kubangan inspirasi. Dan Belanda menyimpan inspirasi itu dalam <a href="http://www.annefrank.org/">satu bagian dirinya</a>. Anne Frank dibuatkan sebuah museum memorial di sana. Buat saya ini berarti banyak.</p>
<p>Orang Jerman dibuatkan museum di Belanda. Oho, apa ini tempat saya bisa belajar toleransi? Entahlah. Saya harus mulai pembelajaran sebelum tahu itu akan gagal atau sukses. Yang saya tahu adalah: Anne Frank dan inspirasi itu akan saya jadikan penyemangat saya untuk belajar tentang harapan. Di Belanda ada harapan. [coba cek paragraf tujuh <a href="http://adiwena.wordpress.com/2009/03/19/alasan-dua-anne-frank/" target="_blank">di sini</a>]</p>
<p>Harapan itu akan saya dapatkan untuk modal di <strong>MASA SEKARANG</strong>.</p>
<p>***</p>
<p>Saya tidak mau sembarangan mencari masa depan. Dalam standar apapun, saya adalah seorang dewasa. Saya harus bisa bertanggung jawab untuk diri saya sendiri. Untuk itu apapun yang akan saya rencanakan atau lakukan harus dipikir masak-masak.</p>
<p>Berpijak dari masa lalu, saya akan berusaha memenuhi doa yang disiratkan dalam nama Adiwena. &#8220;Orang cerdas&#8221;, kata bapak saya. Walau saya ragu saya bisa sedahsyat mereka yang diagungkan oleh sejarah, saya tetap akan berusaha memenuhi doa itu. Kalau bukan untuk membahagiakan orang tua, setidaknya supaya saya tidak dibodoh-bodohi jaman.</p>
<p>Karena itu, apapun yang saya pelajari, saya tidak akan melupakan Indonesia. Berikut kisah-kisah yang melingkupinya, gelap ataupun terang. Ini bukan semangat membabi-buta untuk mendukung bangsa. Ini tekad yang menyala di otak saya untuk menggapai cita-cita yang layak diperjuangkan.</p>
<p>Supaya nanti, saya bisa menoleh ke belakang dengan puas. Sadar bahwa saya telah mengisi satu bagian hidup saya dengan sesuatu yang layak dijalani.</p>
<p>Amin.</p>
<p><strong>P.S</strong>: Epilog ini harus ditulis, atau dua bagian sebelumnya akan jadi lebih hambar dari seharusnya. Dan&#8230; waktu saya cek <a href="http://kompetiblog.studidibelanda.com/competition-participants" target="_blank">di sini</a>, saya lihat ada 539 peserta lomba yang sudah mendaftarkan blognya plus 757 yang sedang melengkapi proses pendaftaran. 1296 orang. Jumlah itu berbanding lurus dengan jumlah harapan.</p>
<p>Juri-juri yang terhormat, &#8220;Apa tidak mungkin semua orang jadi pemenang?&#8221; [sambil tersenyum lemah]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiwena.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiwena.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiwena.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiwena.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiwena.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiwena.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiwena.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiwena.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiwena.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiwena.wordpress.com/251/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwena.wordpress.com&blog=1177548&post=251&subd=adiwena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwena.wordpress.com/2009/04/29/alasan-tiga-epilog-belanda-itu-bukan-tiket-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e88768eb40a74abd8edbe12f6ff4ee4c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adiwena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kompetiblog.studidibelanda.com/wp-content/uploads/2009/03/kompetiblogbadge-neo.png" medium="image">
			<media:title type="html">kompetiblog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Alasan Dua: Anne Frank</title>
		<link>http://adiwena.wordpress.com/2009/03/19/alasan-dua-anne-frank/</link>
		<comments>http://adiwena.wordpress.com/2009/03/19/alasan-dua-anne-frank/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 02:52:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiwena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lomba]]></category>
		<category><![CDATA[sambil lalu]]></category>
		<category><![CDATA[alasan]]></category>
		<category><![CDATA[Anne Frank]]></category>
		<category><![CDATA[kompetiblog]]></category>
		<category><![CDATA[studi di belanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwena.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[
Banner oranye di atas adalah tanda kalo saya lagi ikut lomba kompetisi blog. Kalo kamu punya blog dan mau ikut, klik aja gambar atau link yang saya kasih. Dengan ijin Allah, kamu akan diarahkan ke situs yang punya lomba. Mulailah berdoa mas, mbak&#8230;
Lombanya memungkinkan saya nulis tiga artikel, dan saya baru nulis satu. Berhubung dasarnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwena.wordpress.com&blog=1177548&post=218&subd=adiwena&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://kompetiblog.studidibelanda.com/"><img class="alignnone" src="http://kompetiblog.studidibelanda.com/wp-content/uploads/2009/03/kompetiblogbadge-neo.png" alt="" width="125" height="125" /></a></p>
<p><em>Banner</em> oranye di atas adalah tanda kalo saya lagi ikut lomba <a href="http://kompetiblog.studidibelanda.com/">kompetisi blog</a>. Kalo kamu punya blog dan mau ikut, klik aja gambar atau link yang saya kasih. Dengan ijin Allah, kamu akan diarahkan ke situs yang punya lomba. Mulailah berdoa mas, mbak&#8230;</p>
<p>Lombanya memungkinkan saya nulis tiga artikel, dan saya baru nulis satu. Berhubung dasarnya saya memang senang nulis, saya senang-senang saja ada kesempatan untuk nambahin artikel. Dan, inilah bagian kedua dari trilogi alasan.</p>
<p><strong>Alasan Dua: <a href="http://www.annefrank.org">Anne Frank</a></strong></p>
<blockquote><p><em>It&#8217;s a wonder I haven&#8217;t abandoned all my ideals, they seem so absurd and impractical. Yet I cling to them <strong>because I still believe, in spite of everything, that people are truly good at heart</strong></em><strong>.</strong> &#8211; Anne Frank-</p></blockquote>
<p>Anne Frank adalah gadis yang tidak pernah menjadi dewasa. Dia meninggal pada umur 15 tahun, di dalam kamp konsentrasi Bergen Belsen milik <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nazi">Nazi Jerman</a>. Sebelum meninggal ia sempat menuangkan pengalaman hariannya dalam sebuah buku, yang kemudian diterbitkan dengan judul <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Diary_of_a_Young_Girl"><em>The Diary of a Young Girl</em></a><em> </em>(dalam bahasa<em> </em>diterjemahkan oleh Jalasutra menjadi <em>Buku Harian Anne Frank</em>)<em>. </em>Dan dia adalah orang Jerman paling berpengaruh dalam hidup saya. <a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/4/47/Anne_Frank.jpg"><img class="alignright" title="Foto Anne Frank pada 1942 (foto dari:Wikipedia)" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/4/47/Anne_Frank.jpg" alt="" width="203" height="257" /></a></p>
<p>Anne Frank memang orang Jerman, tapi Belanda memainkan peran sentral dalam hidupnya. Seperti akan ditunjukkan oleh artikel ini, Belanda adalah negara tujuan pertama bagi orang-orang seperti saya. Orang-orang yang mengagumi Anne Frank.</p>
<p>Annelies &#8220;Anne&#8221; Marie Frank lahir pada 12 Juni  1929 di Frankfurt, Jerman, dari ayah Otto dan ibu Edith. Sebuah keluarga kecil yang bahagia. Tapi, nasib menjadikan keluarga ini mengalami yang tidak terbayangkan hanya karena mereka Yahudi. Empat tahun setelah Anne lahir, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Adolf_Hitler">Hitler</a> berkuasa penuh di Jerman. Dan, pembersihan tanah Arya dari orang Yahudi pun dimulai.</p>
<p>Pada musim panas tahun 1933, keluarga Frank pergi ke Belanda untuk menghindari penangkapan Yahudi di Jerman. Tampaknya, Belanda saat itu menjadi tempat pelarian banyak orang Yahudi. Pada masa itu ada anggapan umum bahwa Belanda adalah negara yang sangat menerima perbedaan kultural, hingga dalam film <a href="http://www.imdb.com/title/tt0389557/">Zwartboek</a> sempat dikatakan bahwa hanya Amsterdam yang benar-benar menerima Yahudi.</p>
<p>Sedikit intermezo, pada masa ini Belanda tetap menjadi negara tujuan imigran. Namun, perbedaan kultural tetap menjadi hambatan asimilasi antara para imigran (yang kebanyakan berasal dari Afrika) dengan orang Belanda asli. Pada 2006 di Rotterdam sempat terjadi <a href="http://www.boston.com/news/world/europe/articles/2006/06/02/immigrants_in_netherlands_use_votes_to_fight_back/">kontroversi mengenai pembangunan Masjid Agung</a>. Pim Fortuyn, seorang politisi populis, berjanji kepada konstituennya untuk menghentikan pembangunan masjid tersebut. Untung saja niat itu berhasil digagalkan oleh para imigran melalui proses pemilihan demokratis. Ternyata, di Belanda, sistem politik tidak bersifat <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/xenophobia">xenophobic</a>. (Coba bandingkan dengan Perancis yang sempat mengalami kerusuhan)</p>
<p>Kembali ke Anne Frank, ternyata Belanda pun tidak menjanjikan perlindungan. Pada 10 Mei 1940, Jerman menginvasi negara itu. Memaksa keluarga Frank untuk bersembunyi di ruang rahasia di atas kantor Otto Frank. Kejadian ini mengambil tempat pada 5 Juli 1942. Pada masa persembunyian inilah Anne Frank menjadi sosok yang menginspirasi banyak orang melalui tulisan-tulisannya dalam buku harian.</p>
<p>Bagi saya, yang istimewa dari sosok Anne Frank adalah usaha kerasnya untuk membuat semua hal tetap waras. Dalam tulisan di buku hariannya, kita bisa melihat bahwa dia masih memandang hidup keseharian di ruang rahasia sebagai &#8216;hidup&#8217;. Bahwa kehidupan itu tidak terlalu berbeda dari kenyamanan yang dulu mereka tinggalkan. Bahwa hidup ini layak dijalani. Walaupun mereka hidup di bawah tekanan kalau sewaktu-waktu Nazi bisa menemukan ruang persembunyian mereka, yang sayangnya terjadi pada 4 Agustus 1944.</p>
<p>Anne Frank juga tetap menyimpan kekanak-kanakannya dalam tiap catatan harian. Dan itu membuat saya bersyukur. Karena tanpa perasaan itu, buku harian Anne Frank akan menjadi terlalu gelap untuk dibaca. Dan karena perasaa itu pula, saya pikir, kalimat yang saya kutip di awal menjadi istimewa. Kalimat itu belum tentu dapat lahir dari mulut orang dewasa jika mengalami cobaan yang serupa. Kalaupun keluar, bisa jadi itu hanya pemanis bibir supaya terlihat bijaksana. Padahal, mereka mengutuk dunia kalau tidak ada yang sedang melihat.</p>
<p>Setelah membaca buku harian Anne Frank, saya bisa yakin kalau itu adalah kalimat yang jujur. Anne Frank masih percaya kalau manusia benar-benar baik di hatinya. Mungkin, dia bahkan percaya kalau suatu saat dunia ini akan damai. Tempat di mana tidak ada bangsa yang harus khawatir harus hidup di bawah kebencian bangsa lainnya. Hal yang sangat ingin saya percayai.</p>
<p>Anne Frank meninggal karena tipus di kamp konsentrasi Bergen Belsen pada Maret 1945. Beberapa hari sesudah kematiannya, kamp itu dibebaskan oleh tentara Inggris.</p>
<p>Hingga hari ini, Anne Frank tetap menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang. Sebagai usaha untuk mengenang dirinya, sebuah museum didirikan di Amsterdam. Persis di tempat dia dan keluarganya dulu bersembunyi.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 222px"><a href="http://www.annefrank.org/upload/Museum/P8plattegrondeng1.gif"><img src="http://www.annefrank.org/upload/Museum/P8plattegrondeng1.gif" alt="rute ke Anne Frank House... " width="212" height="170" /></a><p class="wp-caption-text">rute ke Anne Frank House... </p></div>
<p>Sudah sejak lama saya ingin berkunjung ke museum ini. Karena cara terbaik untuk mengetahui pandangan sebuah bangsa terhadap masa lalu mereka adalah mengunjungi museum. Dan, fakta bahwa Belanda memberikan ruang untuk mengenang seorang Jerman di tanah mereka dapat bercerita banyak tentang negara itu.</p>
<p>Begitulah alasan saya.</p>
<p>P.S: Kalau suka Anne Frank, bisa juga cari info soal <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hana_Brady">Hana Brady</a>. Dan, dari Indonesia: <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soe_Hok_Gie">Soe Hok Gie</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiwena.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiwena.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiwena.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiwena.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiwena.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiwena.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiwena.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiwena.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiwena.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiwena.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwena.wordpress.com&blog=1177548&post=218&subd=adiwena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwena.wordpress.com/2009/03/19/alasan-dua-anne-frank/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e88768eb40a74abd8edbe12f6ff4ee4c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adiwena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kompetiblog.studidibelanda.com/wp-content/uploads/2009/03/kompetiblogbadge-neo.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/4/47/Anne_Frank.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Foto Anne Frank pada 1942 (foto dari:Wikipedia)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.annefrank.org/upload/Museum/P8plattegrondeng1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rute ke Anne Frank House... </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Alasan Satu: Perpustakaan Belanda</title>
		<link>http://adiwena.wordpress.com/2009/03/17/203/</link>
		<comments>http://adiwena.wordpress.com/2009/03/17/203/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 02:38:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiwena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lomba]]></category>
		<category><![CDATA[sambil lalu]]></category>
		<category><![CDATA[kompetiblog]]></category>
		<category><![CDATA[studi di belanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwena.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[
Oke, kalau kamu melihat benda oranye mengapung di atas tulisan ini, harap tenang. Itu bukan ilusi. Itu bukan tokai. Itu adalah banner yang harus saya pasang karena saya sedang mengikuti kompetisi blog dengan hadiah summer course ke Belanda.
Betul, saya mau ke Belanda Pak.
Bukan, sayangnya saya bukan kompeni Bu.
Lebih lanjut, kompetisi ini mengharuskan saya menulis tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwena.wordpress.com&blog=1177548&post=203&subd=adiwena&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://kompetiblog.studidibelanda.com/"><img class="alignnone" title="banner kompetiblog" src="http://kompetiblog.studidibelanda.com/wp-content/uploads/2009/03/kompetiblogbadge-neo.png" alt="" width="125" height="125" /></a></p>
<p>Oke, kalau kamu melihat benda oranye mengapung di atas tulisan ini, harap tenang. Itu bukan ilusi. Itu bukan tokai. Itu adalah banner yang harus saya pasang karena saya sedang mengikuti <a href="http://kompetiblog.studidibelanda.com/terms-conditions">kompetisi blog dengan hadiah summer course ke Belanda</a>.</p>
<p>Betul, saya mau ke Belanda Pak.</p>
<p>Bukan, sayangnya saya bukan kompeni Bu.</p>
<p>Lebih lanjut, kompetisi ini mengharuskan saya menulis tentang &#8216;Belanda sebagai negara tujuan studi&#8217;. Artinya, saya harus mencari alasan untuk belajar di Belanda. Jujur saja, selama ini saya memikirkan Belanda bukan sebagai negara tujuan studi tapi lebih ke tempat pariwisata. Sudah lama saya merencanakan untuk mampir ke negeri ini. Saya sering dengar dari teman-teman, Patung Liberty di sana bagus sekali.</p>
<p>Untungnya, setelah mikir sebentar, saya nemu beberapa alasan yang bisa membuat saya ngidam belajar di Belanda.  Untungnya lagi, lomba ini memungkinkan saya nulis tiga artikel dalam satu blog. Jadi saya akan menulis tiga alasan yang saya miliki untuk pergi ke Belanda. Satu per satu. (Alhamdulillah, saya senang nulis :D)</p>
<p><strong>Ini yang pertama: Perpustakaan Belanda </strong></p>
<p>Kalau kamu orang Indonesia, kamu pasti tahu kalau sejarah negeri ini dan sejarah Belanda sempat beririsan dengan cara menyakitkan. Secara resmi, mereka adalah penjajah negeri ini selama 350 tahun. Nenek moyang orang Belanda sekarang menjadikan nenek moyang kita budak. Orang yang disuruh tanpa digaji; untuk kemudian dipecat tanpa pensiun, dipekerjakan hingga tidak mampu, atau hingga mati. (Dengan perkecualian sedikit elit yang bekerjasama dengan administrasi penjajah.)</p>
<p>Yah, walau ada orang seperti Multatuli yang bersimpati dengan nenek moyang kita sih&#8230;</p>
<p>Kamu tahu tidak kalau orang Eropa itu, waktu menjajah, bukan hanya senang menyiksa tapi juga senang belajar? Alhasil, mereka memiliki data dan analisis yang luar biasa luas tentang daerah-daerah jajahan. Belanda tidak terkecuali. Belanda juga diisi oleh ahli-ahli <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Oriental">Oriental</a>, salah satu yang paling dikenal di Indonesia adalah <a href="http://www.gutenberg.org/author/Hurgronje">Christiaan Snouck Hurgronje</a>. Buat kamu yang ketiduran waktu pelajaran sejarah SMU, dia adalah orang yang meneliti budaya masyarakat Aceh untuk membantu Belanda meredam pemberontakan di sana.</p>
<p>Saya ini mahasiswa Studi Hubungan Internasional, dan umumnya pembelajar studi ini punya minat tersendiri terhadap sejarah. Di perpustakaan pribadi, saya menyimpan beberapa buku tentang Perang Dingin, Perang Dunia, Perang Salib, Sejarah Amerika Serikat, dan beberapa buku lain. Tapi, yang paling ingin saya miliki dan baca adalah literatur-literatur sejarah dalam negeri. Tentang Majapahit, Samudera Pasai, Demak, bagaimana mereka berinteraksi, apa pandangan-pandangan politik mereka, seperti itulah.</p>
<p>Benar, memang sudah ada literatur yang membahas itu. Tapi, tidak ada yang membahasnya dari sudut pandang seorang orientalis jaman penjajahan. Guru saya,<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Edward_Said"> Edward Said</a>, mengatakan kalau orientalis itu punya cara pandang spesifik terhadap yang orien/Timur. Mereka memandang seakan-akan yang dari Timur ini tidak beradab dan asing&#8211;nyaris bukan manusia&#8211;menjadikan mereka daerah taklukkan terlegitimasi. Karena membawa peradaban kepada orang-orang biadab adalah perbuatan mulia. Ha ha.</p>
<p>Apapun yang dilakukan oleh negara Belanda, ataupun Indonesia, tidak akan bisa mengubah fakta itu. Dan, tidak bijaksana melupakan sejarah ini begitu saja, betapapun menyakitkannya. Termasuk pandangan-pandangan orientalis Belanda terhadap Indonesia</p>
<p>Karena itu pandangan peneliti Orientalis menjadi menarik untuk dikaji. Bahkan dalam konteks abad-21 sekalipun. Bagaimanapun juga sejarah Belanda dan sejarah Indonesia sempat beririsan. Dan sejarah selalu memberikan pengetahuan yang bermanfaat, termasuk dalam pelaksanaan diplomasi. (iyalah, bayangin aja&#8230; dateng ke Belanda tapi ngomongin soal Patung Liberty, ga nyambung kan?)</p>
<p>Apalagi, biasanya, mereka juga menyimpan dokumen-dokumen otentik dari masa penjajahan. Siapa tahu mereka menyimpan pamflet Perdjoeangan Kita karya Sutan Sjahrir? Uhuy!! <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Koninklijke_Bibliotheek,_National_Library_of_the_Netherlands"><em>Koninklijke Bibliotheek</em></a>, i&#8217;m coming!</p>
<p>Begitulah alasan saya.</p>
<p><strong>Update : </strong>Saya ternyata salah baca. Yang &#8216;Belanda sebagai negara tujuan studi&#8217; itu buat wartawan, sedangkan untuk non-wartawan, &#8216;Studi di Belanda, ticket to a global community<em>&#8216;. </em>Yah, kalo disambungin memang nyambung&#8230; hehehe. Ya sudahlah, wong saya nulis karena emang pengen nulis. Cheers!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiwena.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiwena.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiwena.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiwena.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiwena.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiwena.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiwena.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiwena.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiwena.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiwena.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwena.wordpress.com&blog=1177548&post=203&subd=adiwena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwena.wordpress.com/2009/03/17/203/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e88768eb40a74abd8edbe12f6ff4ee4c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adiwena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kompetiblog.studidibelanda.com/wp-content/uploads/2009/03/kompetiblogbadge-neo.png" medium="image">
			<media:title type="html">banner kompetiblog</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>