Satu2nya film Korea yang saya tonton hingga selesai… bukannya benci film Korea, hanya belum menemukan yang bagus saja.

 Jadi, film ini bagus?

 Hmmm…

 Dimulai dari ceritanya dulu. Kisah tampaknya berfokus pada kehadiran makhluk termutasi yang bersarang di Sungai Han dan usaha balas dendam sebuah keluarga terhadap makhluk tersebut. Tapi, walaupun menghadirkan sesosok “monster”, film ini tidak terjebak dalam skema penghancuran besar-besaran seperti yang dilakukan saudara tuanya, “Godzilla”. Sebaliknya, film ini bisa mengingatkan kita tentang paranoia post-9/11 sekaligus mengenai kekuatan propaganda (and all those pychological warfare).

Walaupun yang saya katakan barusan bisa terdengar ‘berat’, tidak perlu khawatir. Film ini tidak menuntut kita untuk menyaksikannya sambil mengernyitkan dahi. Sebaliknya, toontonan yang dihasilkan cukup ringan, beberapa adegan malah cenderung komikal.

Sutradara juga tampak berusaha untuk membantu kita dalam lebih lanjut memahami keberadaan sisi politis melalui penggunaan kata (‘Agent Yellow’ sebagai sindiran buruk atas ‘Agent Orange’) dan tampilan visual (kemunculan laki2 bermasker yang merekam penggunaan ‘Agent Yellow’).

Sayangnya, hal itu justru menjadikan skenario film tumpang tindih. Fokus cerita menjadi kabur, tidak jelas mana yang dijadikan hidangan utama dan mana yang menjadi hidangan selingan, apakah monster atau perputaran informasi?. Tapi, bagi yang merasa hal itu tidak mengganggu (dan memang tidak begitu mengganggu, bagi saya), film ini cukup layak.

Kesimpulan: Direkomendasikan pada mereka yang ingin mencari pemahaman (selingan) tentang propaganda selain thesis Harold Lasswell.

Dan bagi yang ingin membaca resensi yang baik dan benar bisa mengunjungi situs ini 

Have fun!!