<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>the daythinker &#187; refleksi</title>
	<atom:link href="http://adiwena.wordpress.com/category/refleksi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adiwena.wordpress.com</link>
	<description>my, now, decaffeinated thoughts on things</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Dec 2009 05:01:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='adiwena.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a42d72733bc749d41277bea734f2c083?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>the daythinker &#187; refleksi</title>
		<link>http://adiwena.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://adiwena.wordpress.com/osd.xml" title="the daythinker" />
		<item>
		<title>Alasan Tiga: Epilog &#8211; Belanda itu bukan tiket saja</title>
		<link>http://adiwena.wordpress.com/2009/04/29/alasan-tiga-epilog-belanda-itu-bukan-tiket-saja/</link>
		<comments>http://adiwena.wordpress.com/2009/04/29/alasan-tiga-epilog-belanda-itu-bukan-tiket-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 18:48:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiwena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lomba]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwena.wordpress.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Kalau saya, dengan ijin Allah, akan menghabiskan beberapa saat di Belanda&#8230; HARUS ADA ALASAN BAGUS. Ada beberapa hal yang hukumnya wajib saya kerjakan, dan ada beberapa rencana yang tampak menggiurkan. [itu dirangkum jadi satu kata: SKRIPSI]
Dan, ayo terima kenyataannya&#8230; summer course di Utrecht tidak akan langsung membantu saya memastikan keberadaan alien, menemukan Atlantis, menormalkan iklmi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwena.wordpress.com&blog=1177548&post=251&subd=adiwena&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://kompetiblog.studidibelanda.com"><img class="alignleft" title="kompetiblog" src="http://kompetiblog.studidibelanda.com/wp-content/uploads/2009/03/kompetiblogbadge-neo.png" alt="" width="125" height="125" /></a>Kalau saya, dengan ijin Allah, akan menghabiskan beberapa saat di Belanda&#8230; HARUS ADA ALASAN BAGUS. Ada beberapa hal yang hukumnya wajib saya kerjakan, dan ada beberapa rencana yang tampak menggiurkan. [itu dirangkum jadi satu kata: SKRIPSI]</p>
<p>Dan, ayo terima kenyataannya&#8230; <em>summer course </em>di Utrecht tidak akan langsung membantu saya memastikan keberadaan alien, menemukan Atlantis, menormalkan iklmi bumi, atau menyelamatkan tapir. Kalau sekedar belajar formal, saya masih mampu menyelusup ke salah satu kelas di kampus.</p>
<p>Oke&#8230; oke&#8230; Utrecht memang tidak bisa dibandingkan dengan Universitas Padjadjaran. Pendidikan formal di Belanda nggak bisa dibandingkan sama Indonesia [untuk saat ini]. Orang sukses banyak yang belajar di Belanda, itu saya tahu. Belajar di Belanda bisa membantu saya meluaskan kemungkinan cita-cita yang bisa saya raih, saya juga tahu itu.</p>
<p>Lebih lanjut, saya menyimpan harapan untuk suatu saat bisa kerja di organisasi nirlaba internasional. Kalau kesempatan summer course ini bisa membantu saya sampai ke sana, itu saya tahu. Saya akui saja, saya ngiler habis-habisan. Lewat Belanda ada <strong>MASA DEPAN</strong>.</p>
<p>Tapi, tidakkah itu terdengar membosankan? Buat saya itu terdengar seperti birokrat klasik saja. Selalu mengerjakan yang pasti dan menguntungkan, dari satu jenjang karir ke jenjang karir yang lebih baik. Serba nyaman dan teratur. Kata Max Webber, si sosiolog maut, <em>sine ira et studio</em>&#8230; tanpa semangat ataupun amarah.</p>
<p>Kalau saya pergi harus ada yang khusus. Sesuatu yang tidak dapat diberikan negara lain.</p>
<p>Saya mencoba menjelajahi hal ini dalam dua tulisan sebelumnya. <a href="http://adiwena.wordpress.com/2009/03/17/203/" target="_blank">Bagian pertama tentang perpusatakaan </a>saya masukkan karena saya harus punya rencana tentang apa yang akan saya coba pelajari. Di sini, Belanda memainkan perannya sebagai gudang pengetahuan khusus untuk seorang Indonesia.</p>
<p>Saya sempat menemukan catatan dari <a href="http://jakartabeat.net/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=202:kartini-dan-persoalan-nasionalisme-kita&amp;catid=37:politik&amp;Itemid=50" target="_blank">Dandhy Dwi Laksono di Jakartabeat.net</a>. Dia menulis:</p>
<blockquote><p>Di dinding Kerkhof di kota Banda Aceh, tertulis 2.200 nama serdadu Belanda yang tewas di medan laga. Tapi bila diperhatikan secara seksama, nama-nama itu tak hanya milik orang-orang bermata biru dan berambut jagung, seperti Wiederholt atau Wetering. Tapi juga nama-nama jawa seperti Soewadi, Raden Nembi, Kartopawiso, atau Lalawi.</p></blockquote>
<p>Itu sejarah nasional, bung. Tapi yang luput dimasukkan dalam kurikulum pelajaran sekolah kita dulu. Tapi saya ingin tahu lebih lengkap tentang bagian-bagian sejarah yang berusaha dihapuskan dari ingatan orang Indonesia. Saya harus tahu&#8230; Saya tidak mungkin terbang ke komunitas kosmopolitan-&#8217;a global community&#8217;-tanpa tahu sejarah bumi yang pernah saya pijak.</p>
<p>Dan kalau tidak ada yang menyediakannya pada saya, seperti biasa, saya akan mencarinya sendiri. Dan di perpustakaan Belanda, saya berharap akan menemukan mata rantai kepada <strong>MASA LALU</strong>. Karena saya tidak mau menjadi pikun sebelum waktunya.</p>
<p>Lalu, tentang <a href="http://adiwena.wordpress.com/2009/03/19/alasan-dua-anne-frank/" target="_blank">Anne Frank dan buku hariannya</a>. Buat orang yang cuma bisa mengernyit dan menghela nafas tiap mbaca berita dunia, buku itu adalah kubangan inspirasi. Dan Belanda menyimpan inspirasi itu dalam <a href="http://www.annefrank.org/">satu bagian dirinya</a>. Anne Frank dibuatkan sebuah museum memorial di sana. Buat saya ini berarti banyak.</p>
<p>Orang Jerman dibuatkan museum di Belanda. Oho, apa ini tempat saya bisa belajar toleransi? Entahlah. Saya harus mulai pembelajaran sebelum tahu itu akan gagal atau sukses. Yang saya tahu adalah: Anne Frank dan inspirasi itu akan saya jadikan penyemangat saya untuk belajar tentang harapan. Di Belanda ada harapan. [coba cek paragraf tujuh <a href="http://adiwena.wordpress.com/2009/03/19/alasan-dua-anne-frank/" target="_blank">di sini</a>]</p>
<p>Harapan itu akan saya dapatkan untuk modal di <strong>MASA SEKARANG</strong>.</p>
<p>***</p>
<p>Saya tidak mau sembarangan mencari masa depan. Dalam standar apapun, saya adalah seorang dewasa. Saya harus bisa bertanggung jawab untuk diri saya sendiri. Untuk itu apapun yang akan saya rencanakan atau lakukan harus dipikir masak-masak.</p>
<p>Berpijak dari masa lalu, saya akan berusaha memenuhi doa yang disiratkan dalam nama Adiwena. &#8220;Orang cerdas&#8221;, kata bapak saya. Walau saya ragu saya bisa sedahsyat mereka yang diagungkan oleh sejarah, saya tetap akan berusaha memenuhi doa itu. Kalau bukan untuk membahagiakan orang tua, setidaknya supaya saya tidak dibodoh-bodohi jaman.</p>
<p>Karena itu, apapun yang saya pelajari, saya tidak akan melupakan Indonesia. Berikut kisah-kisah yang melingkupinya, gelap ataupun terang. Ini bukan semangat membabi-buta untuk mendukung bangsa. Ini tekad yang menyala di otak saya untuk menggapai cita-cita yang layak diperjuangkan.</p>
<p>Supaya nanti, saya bisa menoleh ke belakang dengan puas. Sadar bahwa saya telah mengisi satu bagian hidup saya dengan sesuatu yang layak dijalani.</p>
<p>Amin.</p>
<p><strong>P.S</strong>: Epilog ini harus ditulis, atau dua bagian sebelumnya akan jadi lebih hambar dari seharusnya. Dan&#8230; waktu saya cek <a href="http://kompetiblog.studidibelanda.com/competition-participants" target="_blank">di sini</a>, saya lihat ada 539 peserta lomba yang sudah mendaftarkan blognya plus 757 yang sedang melengkapi proses pendaftaran. 1296 orang. Jumlah itu berbanding lurus dengan jumlah harapan.</p>
<p>Juri-juri yang terhormat, &#8220;Apa tidak mungkin semua orang jadi pemenang?&#8221; [sambil tersenyum lemah]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiwena.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiwena.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiwena.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiwena.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiwena.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiwena.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiwena.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiwena.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiwena.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiwena.wordpress.com/251/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwena.wordpress.com&blog=1177548&post=251&subd=adiwena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwena.wordpress.com/2009/04/29/alasan-tiga-epilog-belanda-itu-bukan-tiket-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e88768eb40a74abd8edbe12f6ff4ee4c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adiwena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kompetiblog.studidibelanda.com/wp-content/uploads/2009/03/kompetiblogbadge-neo.png" medium="image">
			<media:title type="html">kompetiblog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Awas pembunuh!</title>
		<link>http://adiwena.wordpress.com/2009/04/27/awas-pembunuh/</link>
		<comments>http://adiwena.wordpress.com/2009/04/27/awas-pembunuh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 17:33:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiwena</dc:creator>
				<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwena.wordpress.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[ Gambar di samping ini sedang beredar di dunia maya, terutama di Facebook. Teman-teman saya yang menjadikan FB sebagai ruang publik era internet berbaik hati untuk memberi tahu saya bahwa ada catatan tentang ajakan untuk tidak melupakan tragedi Mei 1998 dan 27 Juli 1996 dan peristiwa Semanggi.
Dan, ini adalah catatan pribadi saya yang terengaruh oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwena.wordpress.com&blog=1177548&post=245&subd=adiwena&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-244" title="awaspembunuh" src="http://adiwena.files.wordpress.com/2009/04/awaspembunuh.jpg?w=174&#038;h=193" alt="awaspembunuh" width="174" height="193" /> Gambar di samping ini sedang beredar di dunia maya, terutama di Facebook. Teman-teman saya yang menjadikan FB sebagai ruang publik era internet berbaik hati untuk memberi tahu saya bahwa ada <a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=190301455222&amp;comments">catatan tentang ajakan untuk tidak melupakan tragedi Mei 1998 dan 27 Juli 1996 dan peristiwa Semanggi.</a></p>
<p>Dan, ini adalah catatan pribadi saya yang terengaruh oleh ajakan itu. Saya tidak mau Indonesia menjadi pikun sebelum waktunya.</p>
<p>Saat dua tragedi itu terjadi saya masih SD, kelas 4 saat peristiwa 27 Juli dan kelas 5 saat Mei 1998 [itupun kalau tidak salah ingat]. Tempat tinggal saya yang di Bandung menjauhkan saya dari hiruk-pikuk demonstrasi di ibukota, terlebih keluarga saya tidak terlalu sering membicarakan politik di rumah. Tapi saya ingat pada suatu waktu bapak saya sempat berkata, sepintas, &#8220;sudah waktunya Soeharto mengundurkan diri.&#8221; Ibu saya terdiam mendengarkan, beliau menganggap politik itu kotor.</p>
<p>Saat negara ini tertatih-tatih melepaskan diri dari rezim Orde Baru, tidak banyak yang saya pikirkan. Saya hanya terkagum-kagum saat melihat gedung MPR/DPR diduduki oleh segerombolan anak muda berjaket warna-warni. Kata televisi, mereka mahasiswa. Kata televisi, mereka adalah agen perubahan. Kata televisi, ada yang mati ditembak saat mereka mencoba mengantar Indonesia ke era baru. Tapi saya tidak mengerti.</p>
<p>Saya baru bersentuhan dengan bagian sejarah ini dalam salah satu kunjungan rutin ke Perpustakaan Daerah saat SMA kelas satu. Di ruangan sepi yang dijaga oleh seorang bapak tua yang ramah, saya menelusuri babak kelam sejarah Indonesia. Dalam kliping majalah-majalah yang mulai menguning saya melihat semuanya. Pembunuhan dan pemerkosaan yang tidak bisa saya cerna alasannya.</p>
<p>Di j<a href="http://jakartabeat.net/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=208:mega-prabowo-wiranto-imajinasi-pendek-pdi-p&amp;catid=43:artikel&amp;Itemid=65">akartabeat.net, kang Philips Vermonte menjejak balik</a> kejadian saat dia melihat tubuh seorang mahasiswa jatuh dihantam peluru penembak jitu. Dia kenal dengan ayahnya. Saya tidak kenal, dan saya tidak mau sok tahu dengan membayangkan perasaan beliau. Mustahil bagi saya yang belum memiliki anak membayangkan, bahkan sedikit saja, apa yang dipikirkan oleh pria itu saat ada yang mengabarkan kematian anaknya. [Ditembak tentara! Gila!]</p>
<p>&#8212;&#8212;-</p>
<p>&#8216;Sampaikanlah pada ibuku//Aku pulang terlambat waktu//ku akan menaklukkan malam.&#8217; Dan pemuda itu, siapapun dia, pergi tanpa pamit pada ibunya. Dengan terburu-buru dia pergi dan hanya sempat memberitahu ibunya kalau dia akan pulang larut, itupun tidak secara langsung. Dengan semangat dan keyakinan dia pergi. Entah panggilan apa yang dia dengar, tujuan apa yang dia cari, tapi dia pergi. Dia pergi tanpa pernah sempat pamit.</p>
<p>Dan terkutuklah negeri ini kalau mereka yang pergi dilupakan dan pembunuhnya dimaafkan, tanpa keadilan!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiwena.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiwena.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiwena.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiwena.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiwena.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiwena.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiwena.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiwena.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiwena.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiwena.wordpress.com/245/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwena.wordpress.com&blog=1177548&post=245&subd=adiwena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwena.wordpress.com/2009/04/27/awas-pembunuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e88768eb40a74abd8edbe12f6ff4ee4c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adiwena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adiwena.files.wordpress.com/2009/04/awaspembunuh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">awaspembunuh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>21 tahun</title>
		<link>http://adiwena.wordpress.com/2009/03/30/21-tahun/</link>
		<comments>http://adiwena.wordpress.com/2009/03/30/21-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 14:49:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiwena</dc:creator>
				<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[sambil lalu]]></category>
		<category><![CDATA[21 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwena.wordpress.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[21 tahun. Iya, itu kejadiannya sudah beberapa bulan lalu. Tapi baru mau saya tulis sekarang, karena sedang di simpang jalan.
21 tahun kemudian saya tidak akan menyesali apapun yang telah terjadi. Karena itu adalah gabungan dari pikiran matang, kerja keras, dan nasib. Amin
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwena.wordpress.com&blog=1177548&post=239&subd=adiwena&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>21 tahun. Iya, itu kejadiannya sudah beberapa bulan lalu. Tapi baru mau saya tulis sekarang, karena sedang di simpang jalan.</p>
<p>21 tahun kemudian saya tidak akan menyesali apapun yang telah terjadi. Karena itu adalah gabungan dari pikiran matang, kerja keras, dan nasib. Amin</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiwena.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiwena.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiwena.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiwena.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiwena.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiwena.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiwena.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiwena.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiwena.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiwena.wordpress.com/239/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwena.wordpress.com&blog=1177548&post=239&subd=adiwena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwena.wordpress.com/2009/03/30/21-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e88768eb40a74abd8edbe12f6ff4ee4c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adiwena</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>