Selamat Ramadhan dan seterusnya

Enam jam sebelum keberangkatan. Saya duduk sambil melihat orang lalu lalang dan pesawat terbang. Lima belas menit sebelum maghrib. Matahari akan segera digantikan bulan pertama Ramadhan—Kementerian Agama sudah memutuskan demikian.

Kelihatannya saya akan shalat maghrib dan tarawih di mushala bandara. Mungkin nanti akan dilanjutkan dengan sahur di udara. Tuntutan kerja kembali mengharuskan saya menakzimkan sebagian puasa beberapa ribu kilometer dari Indonesia.

Tahun lalu saya pergi pada bagian akhir Ramadhan hingga awal Syawal. Sementara tahun ini saya pergi pada minggu awal Ramadhan. Tahun lalu saya akan menikah. Kali ini saya sudah menikah, dan seorang bayi insya Allah sedang dalam perjalanan.

Tahun ini adalah Ramadhan pertama dengan istri. Dengan izin Allah, tahun berikutnya adalah Ramadhan pertama ditemani anak. Entah apa yang akan terjadi pada 2018. Seingat saya belum ada ramalan tentang tahun barusan, baik tentang akhir dunia maupun yang lainnya. Mungkin nanti Trump sudah jadi presiden Amerika. Mungkin Timnas Indonesia masuk Piala Dunia

Mudah-mudahan saat itu keluarga saya—istri, anak, eyang-eyang, kakak-kakak, om dan tante—tetap sehat semua.

Mudah-mudahan kalian semua, pembaca yang baik, juga sehat.

Lima menit sebelum adzan. Seratus dua puluh tiga detik sebelum saya bersiap shalat.

Mudah-mudahan pesawatnya tidak delay.

Selamat bulan Ramadhan.

Mudah-mudahan bulan ini berakhir dengan kemenangan untuk kita.

new_moon_

Advertisements

One thought on “Selamat Ramadhan dan seterusnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s